YAYASAN PUSAT KEBUDAYAAN (YPK)

Posted on November 9, 2010

0


Yayasan Pusat kebudayaan (YPK) Bandung didirikan oleh negara Pasundan pada hari jumat 22 April 1949, dihadapan notaris Hendrik Joseph Lamers dengan akte nomer 127 dalam bahasa Belanda. Para pendiri yaitu; A. Poeradiredja, S. Joedawinata, T.A. Soenarja, L.K. Snijder, Masdoeki, Moehamad Koerdi, Tan Hwat Tjiang, Winagoen, Berdaja, dan M. Lamers.

Status gedung YPK sekarang ini milik negara, tetapi hak penghunian adalah YPK karena pihak YPK telah menghuni dan mengelola gedung sejak sebelum perang. Nama YPK dulu adalah “STICHTING CULTUR CENTER” dalam bahasa Belanda. Sejak dahulu YPK sudah diperuntukkan bagi pembinaan, pengembangan, dan apresiasi seni budaya sesuai dengan misi yang tercantung di YPK.

Pada tahun 1949-1960 YPK melaksanakan kegiatannya secara utuh dan efektif serta produktif diantaranya; kursus Tari Jawa, Tari Bali, Pencak silat, Kawih, Tembang sunda, Reog, Calung, dan Angklung. Dan itu masih dilakukan sampai sekarang, walaupun peminatnya sangat kurang.

YPK telah mencatat seniman yang tidak sedikit, diantaranya; Bing Slamet, Upit Sarimanah, Ade kosasih Sunarya, Asep Sunandar Sunarya dll.

Kejayaan YPK mulai turun pada tahun 1961-1962 sebagai akibat perkembangan politik dan perubahan tata negara pada zaman itu. Kemerosotan terus berlangsung dari tahun ke tahun sampai mencapai titk yang paling merosok yaitu pada zaman G.30.S/PKI. Beberapa tahun lamanya YPK tidak menyelenggarakan kegiatan kesenian dan kebudayaan.

Usaha-usaha untuk mengembalikan kondisi serta fungsi YPK kembali mulai tahun 1968. Dan pada tahun 1976, pembenahan dan penataan mulai ditingkatkan secara serius. Mulai dari gedung, penataan personalia, dan pengadaan perlengkapan. Pada tahun 80 an, pemerintah mulai pemberikan perhatiannya dan mengkaitkan dengan program kepariwisataan.

YPK saat ini, masih merupakan pusat kebudayaan Bandung. namun, anak muda Bandung sangat kurang memperhatikan kebudayaannya sendiri. Terbukti dengan sangat minimnya bahkan tidak ada anak muda yang menyaksikan pergelaran seni Bandung.

(T2/PentyCamella)

Posted in: Uncategorized