gelandangan dan anak terlantar masih menjadi masalah bersama

Posted on January 23, 2011

0


Anak terlantar sangat dekat dengan kemiskinan. Orang miskin yang tidak bisa menghidupi keluarganya, memaksakan anaknya turun ke jalanan untuk membantu ekonomi keluraga. Anak yang mestinya belum saatnya memikirkan masalah keuangan, tetapi sudah di tuntut untuk memikirkan masalah keuangan keluarga. Jadi mau tidak mau, para anak kecil harus mengais rezeki sewaktu masih sangat dini.

Menjadi anak terlantar dan gelandangan bukan pilihan hidup yang mereka pilih. Tapi apa yang mau di kata, tingkat ekonomi yang rendah yang memaksakan hidup mereka seperti itu.

Sebenarnya anak terlantar dan gelandangan harusnya di urus oleh pemerintah. Sesuai yang tercantum dalam UUD 1945 pasal 28 B (2) yang kemudian diterjemahkan ke dalam UU dan PP yang mengatur tentang anak dan memperbaiki kualitas hidup, kesejahteraan dan perlindungan anak merupakan komitmen Jangka Panjang Pembangunan Nasional Indonesia : UU No. 17/ 2007 tentang RPJPN (2005-2025), dijabarkan ke RPJMN 2004-2009, 2010-2014.

Tetapi sampai saat ini blum terlihat realitasnya. Anak terlantar dan gelandangan makin banyak saja. Anak kecil yang harus berjuang melawan kerasnya hidup, para gelandangan yang di lupakan keluarga da pemerintah. Seharusnya orang-orang seperti mereka d urus dan d perhatikan.

Posted in: Uncategorized